Thursday, August 10, 2006

Assalamu Alaikum…

Akhirnya bisa updet lagi…

Banyak sekali cerita….

Entah harus kumulai dari mana….

Mulainya tentang Bencana saja yah…biar nyambung…

Kabar terakhir akan diadakan transmigrasi local bagi para pengungsi setelah bulan Juli kemarin pemberian santunan bagi korban meninggal dan biaya hidup selama satu bulan bagi pengungsi.

Trus…kemarin aku baru saja ikut pelatihan Jurnalistik di Makassar.Senengnya…bisa lepas sejenak dari rutinitas kerja, bertemu dengan banyak orang yang senior di bidangnya, pesertanya bahkan ada yang sementara lagi kuliah untuk S3.

Aku merasa beruntung di utus ikut pelatihan ini.Pastinya dengan pelatihan ini, memperluas jaringan kemitraan aku, he…he…

Trus…lagi…

Accountku di Yahoo yang sekitar sebulan ga’ pernah dibuka, emailnya numpuk…

Ditambah lagi LAN di kantor masih ‘sakit’ jadi online pake Telkomnet itupun mesti di ruangannya Bos.

Yah…syukur-syukur deh…bisa updet lagi

Pengennya berbagi cerita…tapi apa daya aku lagi sibuk mengerjakan tugas ‘oleh-oleh’dari pelatihan…

See u again…

Saturday, June 24, 2006

Penyaluran Minyak Tanah untuk Korban Banjir

Berhubung karena sibuk banget dan dari pagi belum pernah ketemu si Ai, aku copy paste saja berita yang aku buat untuk radio ke blog saya.Ini merupakan rangkaian kegiatanku dari sore hingga tengah malam.Kali ini memantau bantuan yang disalurkan  berupa minyak tanah dari Pertamina....
Sorry, kalau ada penulisan yang salah soalnya lagi tergesa2 dan dengan sangat menyesal aku tidak dapat menyertakan gambar karena aku tidak punya 'alat' untuk mengambil gambar...
Memasuki hari keenam pasca banjir bandang dan tanah longsor di kabupaten sinjai, berbagai bantuan terus mengalir.Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban banjir bandang dan tanah longsor, Pertamina memberikan bantuan berupa bahan bakar minyak berupa minyak tanah.Pada sabtu 24 Juni 2006 dari sore hari hingga pukul 9 malam pihak pertamina yang memberikan bantuan berupa 5000 liter minyak tanah kepada daerah yang paling parah dilanda banjir.
Di kelurahan biringere kecamatan sinjai utara, di daerah ini terdapat 55 unit rumah yang rusak berat termasuk 44 unit diantaranya hilang atau hanyut terbawa arus.Tiap rumah tangga mendapatkan jatah bantuan sebanyak 5 liter miyak tanah.Dari pantauan reporter suara bersatu di kelurahan biringere pemberian bantuan minyak tanah ini bertempat di depan posko banjir di kelurahan tersebut.Sistem yang digunakan, para korban banjir dikumpulkan kemudian dipanggil sesuai dengan data korban banjir yang terdapat di posko banjir di kelurahan biringere untuk menghindari adanya rumah tangga yang mendapat jatah dobel.Di kelurahan ini juga kami melihat penyaluran bantuan langsung berupa pakaian layak pakai yang diberikan oleh keluarga besar haji Nurung Indovision.Para korban banjir terlihat langsung berkerumun dan mereka dapat langsung memilih pakaian yang pas untuk mereka.
Kembali ke masalah penyaluran minyak tanah.setelah dari kelurahan Biringere, kemudian menuju ke posko atau dapur umum yang terletak di jalan veteran, di tempat ini bantuan yang disalurkan di tempatkan di drum untuk keperluan memasak di dapur umum dan bagi beberapa warga masyarakat yang mengungsi di daerah tersebut.Selanjutnya menuju ke Posko Banjir di Mangottong, di tempat ini ada 47 kk yang menerima bantuan minyak tanah.Warga masyarakat yang terkena banjir di daerah mangottong ini sedari tadi berkumpul menanti kedatangan pertamina.Mereka langsung mengumpulkan jerigen mereka kemudian diisi dengan minyak tanah baru kemudian di bagikan.Sistem seperti ini menjadikan warga masyarakat tertib dan tidak saling berebutan.
Setelah itu, dilanjutkan ke Dompili, desa Saukang kecamatan sinjai timur, di lokasi ini banyak korban banjir.Dari hasil wawancara Reporter Suara bersatu dengan Baharuddin, kepala desa saukang, kami mendapatkan informasi  bahwa di dusun dompili ini terdapat 37 KK korban banjir.ditambahkannya, sebelum ada bantuan pada hari pertama, maka warga masyarakat di sana saling membantu dan masalah  minyak tanah pada hari itu sngat penting untuk keperluan memasak dan untuk penerangan karena pada hari itu listrik padam.Kepala Desa Saukang juga menyatakan masih perlunya bantuan berupa beras dan mie instan karena bantuan yang disalurkan oleh posko bencana hanya untuk dua hari saja sehingga pihaknya segera meminta bantuan untuk hari minggu besok.Dari pantuan reporter suara bersatu, beberapa warga yang rumahnya bergeser dan tidak dapat di tempati memilih mengungsi di mesjid yang ada di tempat tersebut.
Dari Dompili, kemudian menuju dusun mangottong kecamatan sinjai utara di dusun ini minyak tanah di tampung di drum untuk 31 kk yang merupakan korban banjir.Hal ini dilakukan untuk efisiensi waktu karena selanjutnya akan menuju ke dusun Maccini desa Saukang kecamatan Sinjai Timur.
Penyaluran bantuan minyak tanah dari pertamina kemudian dilanjutkan ke dusun Maccini desa Saukang kecamatan Sinjai Timur.Karena akses menuju daerah tersebut melalui Jembatan Baringeng terputus maka, tim suara bersatu bersama staf KAPDI Sinjai dan rombongan dari pertamina harus mengambil jalan memutar melalui desa Aska kecamatan sinjai Selatan.Sampai di dusun maccini, suasana di dusun tersebut sangat menyedihkan karena air mencapai kabel tiang listrik rumah2 banyak yang rusak dan roboh.Menurut keterangan warga setempat, Saleh, di dusun maccini ini tidak ada korban jiwa karena warga masyarakat di daerah tersebut segera pergi ke atas gunung atau ketempat yang lebih tinggi ketika air telah mencapai dada orang dewasa.
Dari pantauan reporter suara bersatu, di sepanjang jalan di dusun maccini ini dipenuhi dengan tumpukan kayu bekas rumah penduduk yang hanyut dan barang- barang seperti lemari yang mereka geletakkan saja di pinggiran jalan karena mereka sudah tidak mempunyai rumah lagi untuk di tinggali.di dusun maccini ini terdapat 24 rumah yang rusak berat empat rumah yang hanyut terseret arus serta 77 kk yang merupakan korban banjir dan juga merupakan penerima bantuan minyak tanah dari pertamina.Penyalurannya sendiri berlangsung tertib dan walaupun penyalurannya dilakukan pada malam hari tetapi masyarakat tetap antusias karena minyak tanah merupakan kebutuhan penting selain untuk memasak juga digunakan untuk penerangan.Karena listrik belum berfungsi di sana hingga hari ini.
Di lembang, karena medan yang sulit dilalui oleh kendaraan roda empat.Maka bantuan minyak tanahnya di tempatkan di jerigen kemudian beberapa pemuda setempat dan beberapa orang relawan membawanya masuk ke dusun lembang dengan menggunakan sepeda motor.di lembang terdapat 21 kk yang merupakan korban banjir.
Pada hari minggu besok, pertamina masih akan turun ke kecamatan lain untuk memberikan bantuan berupa minyak tanah.
n/b : Aku tidak menyampaikan tentang kunjungan Wapres RI karena mungkin temans sudah liat di TV tapi yang aku sampaikan ini  tidak di liput oleh stasiun tv ataupun koran2.Paling2 hanya sampai penyaluran di Kelurahan Biringere.Jadi yah...sengaja updet tentang ini.


Ring'em or ping'em. Make PC-to-phone calls as low as 1¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.

Friday, June 23, 2006

SINJAI BERDUKA

Alhamdulillah, akhirnya bisa updet lagi.Beberapa kompi di kantor ikut terendam air sewaktu banjir dan baru hari ini jaringan internet dapat berfungsi.Terima kasih kepada teman yang telah ikut berduka cita.Bencana banjir bandang yang telah ditetapkan sebagai bencana nasional yang telah menewaskan hampir dua ratus orang, ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga.Info uptudet tentang Banjir Bandang Sinjai dapat diakses di www.sinjai.go.id
Alhamdulillah, rumahku kebanjiran hampir mencapai betis karena kebetuylan lokasi rumah kami berada di tengah kota dan di tempat yang sedikit tinggi."Kelapangan" ini membuat aku dapat turun membantu saudara2 yang tertimpa musibah dan sebagai reporter aku dapat merasakan secara langsung penderitaan mereka dari apa yang aku lihat dan dengar dari cerita2 mereka.Benar2 suatu kejadian yang terjadi dalam SEKEJAP!

Sore itu ketika pulang kantor bersama etta, aku sempat mengomentari rumah salah seorang teman yang berada di depan kantor,"etta, kira2 naik nanti air di rumahnya vita?", trus etta menjawab "iya...karena halamannya saja sudah penuh dengan air".Waktu itu ada harapan agar hujan dapat berhenti agar air tidak meluap dan menyebabkan banjir di lokasi rumah yang letaknya rendah.

Rasanya...hari itu (senin sore) tidak ada firasat bahwa pada dini hari nanti akan ada kejadian 'mengenaskan'.Malam itu karena tidak ada jadwal siaran dan karena hujan yang terus menerus turun aku memilih untuk cepat tidur sementara Ai sudah duluan terlelap.Pukul satu dini hari Ai terbangun minta susu.Sekitar pukul dua etta bangun untuk mengambil lampu cash di ruang tengah karena sudah mati lampu.Aku ikut terbangun juga trus lanjut lagi tidur sampe pukul tiga dinihari baru kami terbangun karena Air telah masuk ke dalam kamar secara kami tidur melantai.Etta pikir air yang meresap di karpet adalah air hujan dari palpon rumah trus diliat ke atas ternyata tidak ada bekas air hujan.Ketika etta membuka pintu kamar, barulah air 'menerjang' masuk.Kaget dan shock! Soalnya baru kali ini air masuk ke dalam rumah  setelah  aku sekitar dua puluh tahunan tinggal di Sinjai sering ada banjir tapi ga' pernah masuk ke rumah. Yah...begitulah sampai Ai yang berada diatas kasur hampir terlupa untuk di evakuasi untung ada ta'ji yang mengingatkan.Pokoknya waktu itu aku panik dan ga' tau harus evakuasi barang yang mana dulu.Liat barang elektronik yang terendam aku tinggal teriak ke etta karena aku ga' kuat mengangkat.Subuh hari air sudah mulai turun.Paginya sudah mulai sibuk mengeluarkan air dari dalam rumah.Temanku Fatma kemudian menginformasikan kalau di kelurahan biringere banyak rumah yang hanyut dan banyak yang meninggal tapi aku sendiri tidak dapat ke sana waktu itu karena harus menjaga Ai yang main air  dan memang lagi sibuk  membereskan barang.Sementara Fatma rumahnya tidak kebanjiran karena berada di daerah ketinggian.Nanti deh di sambung tentang 'bagaimana aku'  ketika banjir datang.

Oh ya, besok Wapres dijadwalkan datang untuk meninjau langsung pasca Banjir Bandang di Kabupaten Sinjai.Di Sinjai saja saat ini banyak sekali wartawan dari berbagai media cetak maupun dari media elektronik termasuk dari stasiun tv swasta.

Sekian dulu updet dari saya, bersyukur bisa di beri kesempatan untuk menyampaikan ini kepada temans smua.Berhubung kantorku (Pengolahan Data dan Informasi ) merupakan Posko Bencana jadi di sini sibuk banget..............di tambah ada teman yang akan mengirim berita ke Jakarta, kompinya mo di pake.

n/b : Bagi Anda yang ingin memberikan bantuan berupa uang. dapat di transfer ke No.Rekening Posko Bencana
- BRI Cab.Sinjai 0258-01-011832-50-4
-Bank Sulsel Cab.Sinjai17.0060-012000.6
Berapapun bantuan Anda sangat berarti bagi saudara2 kita.

( smoga bisa updet lagi...)


Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta.

Monday, June 19, 2006

Tas Idaman

Lagi-lagi hujan!:(.Kemarin memang sudah aku 'ramalkan' kalau besok cuaca akan menjadi tidak bersahabat dan hari ini TERBUKTI! Hujannya deras tapi mudah2an tidak terjadi banjir di daerah yang rawan banjir :P . Padahal hari ini aku punya rencana ke swalayan.Tempatnya sih tidak jauh dari kantorku tapi hujan- hujan begini, siapa yang mau menjamin aku ga' bakalan basah walaupun sudah memakai payung? Aku ga' berani ambil resiko nih...dan must be patient! Tunggu hujannya reda.
Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa pagi ini aku harus ke swalayan jam kantor pula? Yup... aku lagi naksir sebuah tas selempang berwarna coklat yang ukurannya agak besar. Yang membuat aku jatuh hati padanya karena warnanya, ukurannya-yang bisa muat banyak trus karena modelnya yang diselempang sama motifnya yang sama dengan sepatu yang baru saja aku beli.Secara tasnya bisa buat ke kantor ataupun untuk jalan2 pokoknya keren dan aku yakin kalo jadi di beli ga' bakalan nganggur :D.Tadi pagi, sebelum berangkat ke kantor sudah minta izin lagi sama etta sambil pasang muka 'menghiba' ^:)^ plus sedikit kata2 membujuk & merayu, "yah etta..., kalo jadiji kubeli kupakeji itu, belinya hari ini kalo tunggu sampe bulan depan siapa tau nanti adami yang ambilki..." trus ga' nyangka etta langsung bilang, "iyah...boleh...".Yes..:D/
Kemarin, waktu makan malam sempat ngomongin soal tas tapi etta ga' kasih komentar apa- apa.kecewa juga sih...karena aku tuh kalo beli sesuatu harus seizin etta bukan suatu kesepakatan sih tapi sebagai seorang istri yah...harus tau dirilah belanjain duit suami :D.Sekarang hujannya sudah reda.Selesai siaran berita baru deh mulai 'meluncur'........

Friday, June 16, 2006

Lega.......!!!!!

Alhamdulillah...
Acara diskusinya berjalan dengan lancar.Semalam aku ga' bisa tidur saking deg2an-nya.Dan sekarang...legaaaaa..................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
tinggal menunggu input dan komentar dari teman2 dan Big Bos!
Thanks atas do'anya!!!!

Thursday, June 15, 2006

Ternyata Oh Ternyata

Baru saja tiba di kantor, Big Bos langsung meminta aku menghadap."Ada apa ya?", tanyaku dalam hati.Kemarin kami - sesama penyiar/reporter - baru saja briefing.Apakah aku ada kesalahan atau kinerja yang kurang bagus atau....bla..bla....Pokoknya di pikiran tuh adanya negatif thinking.Ketika masuk ke ruangan Big Bos, mental disiapkan untuk menerima 'kemungkinan' terburuk.Eh...ternyata oh ternyata...sebaliknya!Alhamdulillah!
Karena melihat kinerjaku selama ini yang mengalami peningkatan, aku di minta untuk menjadi moderator pada diskusi panel yang akan diadakan di aula kantorku.Diskusinya menyangkut masalah Gerakan Menonton Sehat dan Koordinasi Prosedur Perizinan Lembaga Penyiaran. Yah...agak deg2an juga sih...secara ini yang pertama bagi aku menjadi moderator dengan menghadapi banyak peserta yg diundang.Seringnya dialog interaktif saja di radio itupun yang hadir hanya narasumber saja.Doakan yah...semoga acaranya berlangsung sukses!!!
Dengan begitu jalan untuk 'lebih baik' terbuka lebar.Amien....

Tuesday, June 13, 2006

Cerita kemarin...

Ke Rumah Sakit
Pulang kantor kemarin sekitar pukul 16.00, bersama sebagian kru Suara Bersatu ( SB) dan Staf Kantor Pengolahan Data dan Informasi kami mengunjungi anaknya teman kantor yang jatuh dari sumur.Dengan menumpang mobil DD 33 Z pergilah kami beramai-ramai ke Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai yang terletak di Jalan Jendral Sudirman.Sampai di RSUD kami langsung menuju ke ruang Unit Gawat Darurat.Ternyata anaknya teman kantorku itu masih berusia Balita trus kata ibunya, anaknya jatuh ke sumur secara tidak di sengaja.Kasian banget....
Ketika kami datang, anak teman kantorku itu sudah dapat bernapas dengan baik dan dia tidak mau menggunakan selang sebagai alat bantu pernapasannya.Menurut keterangan ibunya, anaknya dia temukan hampir mengapung dan sudah banyak menelan air seluruh badan kebiru-biruan.Untunglah selamat...karena teman kantorku ini lagi tugas ke Makassar.Hmm...seandainya dia ada mungkin bakal panik anak bungsu laki-laki kesayangannya mengalami kejadian seperti itu.

'proyek' halaman
Kemarin etta membersihkan halaman depan yang rumputnya sudah mulai panjang.Aku tidak ikut membantu hanya melihat-lihat saja dan menjaga Ai yang duduk tenang di baby walkernya.Rencananya sore sebentar kalo tidak turun hujan, barulah aku yang menangani 'proyek' selanjutnya yaitu menanam bunga dan menata pot-pot bunga juga menambah koleksi tanaman di kebun Apotik Hidupku.Kemarin aku juga sudah memotong-menggunting tempat bedak Ai yang bentuknya bundar yang nantinya sebagai tempat bunga yang tumbuh menjulur turun trus nanti tinggal di paku di dinding.Lumayan kan bisa hemat jadi ga' beli pot bunga lagi.Tentang paku-mempaku aku punya pengalaman yang menghasilkan rasa sakit di jempol tangan kananku sampai sekarang.Ini juga karena sok tahu ;)
Sore itu aku memindahkan bunga yang tumbuh menjulur turun di bagian lain teras.Karena itu butuh tempat gantungan maka aku langsung mengambil paku dan palunya etta dan segera memaku di dinding.Sengaja tidak memanggil etta karena lagi asyik main sama Ai.Langsung deh acara palu-mempalu dimulai, dengan semangat 45, tok-tok-tok , tiba-tiba awwww......jari jempol tanganku ikut terpalu juga.Sakitnya minta ampun tapi nda bilang-bilang sama etta.Akhirnya jadi juga memindahkan pot bunga dan tanganku harus jadi korban kesok-tahuanku. hahaha ;)
Daisypath Ticker Lilypie 2nd Birthday Ticker